Bubur Ayam Betawi Perum. Puri Cendana

www.buryambetawi.blogspot.com

Tambun Selatan Siap Bagikan 15 Ribu e-KTP

Sebanyak 15 ribu lebih Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) bentuk fisik siap diberikan kepada warga Tambun Selatan

Berburu Takjil di Perum. Puri Cendana

Jalan begitu padat dan aroma khas makanan seketika begitu terasa, ketika memasuki perumahan Puri Cendana

Sayur Gabus Khas Betawi

Pada kesempatan ini kita akan membuat masakan Sayur Gabus Khas Betawi

Nasi Uduk Betawi

Mari kitam membuat nasi uduk Betawi, mudah cara membuatnya

Jumat, 27 September 2013

Bubur Ayam Betawi

BUBUR AYAM BETAWI   Perum. Puri Cendana Tambun Selatan – Bekasi. Berawal dari keinginan ingin mengembangkan bisnis kuliner khususnya bubur ayam untuk menerapkan inovasi dan kreativitas serta sarana untuk menyajikan cita rasa yang tinggi dan enak rasanya


Bubur Ayam Betawi berdiri sejak awal tahun 2013, di dirikan  oleh pasangan suami istri yaitu Solihin, A.Md dan Lina. Berawal dari keinginan untuk menerapkan inovasi dan kreativitas serta sarana untuk menyajikan cita rasa yang tinggi. Kami membuat suatu resep bubur ayam yang di peroleh dari keluarga yang sudah turun termurun dengan ciri khas bubur betawi yaitu dengan menggunakan kaldu ayam asli serta bahan-bahan bumbu yang berkualitas

Senin, 15 Juli 2013

Berburu Takjil di Perum. Puri Cendana

Jalan begitu padat dan aroma khas makanan seketika begitu terasa, ketika memasuki perumahan Puri Cendana Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi. Jalan raya utama perumahan tersebut, begitu padat setiap sore pada saat bulan Ramadan seperti sekarang ini. Pasalnya, wilayah tersebut menjadi pusat  jajanan untuk berbuka puasa. Pada hari-hari di luar Ramadan, Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan aneka jajanan dan makanan, seperti martabak, pecel ayam, nasi uduk, nasi goreng dan sate ayam ataupun kambing, dapat mudah ditemui di sepanjang jalan trotoar Perumahan Puri Cendana. 

Akan tetapi, ketika datangnya Ramadan, para pedagang itu menambahkan variasi masakan mereka pada sore hari. Mereka turut menjual takjil, seperti goreng-gorengan, lontong isi, es kelapa,timun suri, kolang kaling, kue-kue kering maupun kolak yang sudah terbungkus dalam sebuah gelas plastik. Belum lagi mereka yang membuka usaha makanan di sebuah toko, seperti masakan khas Padang khas Betawi atau Sunda, seafood

Mereka memasang spanduk di depan toko mereka yang bertuliskan menu berbuka puasa lengkap dengan gambar makanan dan harga. Menu makanan yang mereka jajakan sangat beragam dan tentunya sangat menggoda bagi siapa pun yang lewat di jalan ini, mulai dari makanan berat seperti nasi ayam, ikan, dendeng, hingga makanan ringan seperti risol, goreng-gorengan, sampai kue-kue kering yang dapat membangkitkan nafsu makan Anda.  

’’Jajanan dan makanannya bervariasi, serta harganya juga relatif murah tidak terlalu mahal,” tutur  Eni Badriah, salah seorang warga dari perumahan lain yang setiap tahun selalu mendatangi lokasi jajanan di perumahan tersebut.  

Sementara itu, salah seorang penjual takjil, Sarifah, mengatakan, untuk makanan yang dijualnya bervariasi harganya, mulai dari Rp3.000 hingga Rp10.000. ’’Harganya berbeda-beda dan selalu mengalami penyesuaian setiap tahunnya,”pungkasnya.

Jumat, 12 Juli 2013

Tambun Selatan Siap Bagikan 15 Ribu e-KTP

BEKASI (Pos Kota) – Sebanyak 15 ribu lebih Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) bentuk fisik siap diberikan kepada warga Tambun Selatan, awal minggu ini. “Kami masih mengecek fisik e-KTP dengan alat yang diberikan Kementerian Dalam Negeri, untuk isi chip yang ada,” ujar Ahmad Syaebani, Kasie Kependudukan Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, saat dihubungi Pos Kota. Dia menyebutkan dari jumlah itu terbanyak Kelurahan Jatimulya, Mangunjaya dan Sumberjaya. “Setelah diperiksa KTP siap didistribusikan,” lanjut Ismet, sapaan akrab Kasie Kependudukan Kecamatan Tambun Selatan. 

Saat ini ke 15 ribu E-KTP sedang dipilah-pilah per desa,  RW dan RT, untuk memudahkan pengaturan, “Belum ada petunjuk apakah KTP lama tidak berlaku lagi atau bagaimana,” jelas Syaebani, ketika ditanya soal nasib KTP lama. 

TAMBUN SELATAN PADAT 
Sementara itu hingga akhir September lalu sudah 784 ribu lebih  warga Kabupaten Bekasi yang sudah direkam data, sidik jari, tanda tangan dan iris matanya. “Padahal jumlah  warga wajib  KTP 1,5 juta lebih, jadi 51,71 persen,” ujar H Hanif, Kabid pendataan dan evaluasi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi.Pelaksanaan e-KTP di Kabupaten Bekasi sejak April lalu atau sudah tujuh bulan lamanya. Namun hasilnya baru setengah dari wajib KTP yang sudah terekam.“Kita masih ada kesulitan karena alat perekam yang minim di wilayah penduduk padat,” katanya.Penduduk padat wajib KTP, kata Hanif, ada di wilayah Tambun Selatan, meski  paling banyak yang sudaj direkam, namun tidak sebanding dengan jumlah warga yang wajib KTP.

Kecamatan Tambun Selatan menjadi perhatian serius bagi Disdukcapil karena jumlah warga e-KTP sebanyak 297.757 orang, tetapi yang sudah terekam e-KTP sekitar 62.105 orang.“Kecamatan Tambun Selatan, Babelan, Tambun Utara, Tarumajaya, Cikarang Barat dan Cibitung menjadi perhatian yang paling serius,” jelas Hanif.Karenanya, Disdukcapil sudah menerjunkan sebanyak 230 petugas perekam yang bertugas di 23 Kecamatan di Kabupaten Bekasi. Ia pun sedang mengupayakan agar seluruh kecamatan tersebut rampung tepat waktu . (Saban/dms)
(sumber : http://www.poskotanews.com)

Prev home